Showing posts with label Football. Show all posts
Showing posts with label Football. Show all posts

Fakta Unik Fuleco Yang Terpilih Sebagai Maskot Piala Dunia Brazil 2014 [HOT]

Posted by Anonymous Monday, May 26, 2014 0 comments

Ajang kompetisi sepak bola terbesar dunia yaitu Piala Dunia 2014 yang akan digelar di Brazil merupakan suatu event yang sangat dinantikan bagi para pecinta sepak bola di seluruh dunia.

Sama dengan pagelaran Piala Dunia tahun-tahun sebelumnya maka Piala Dunia tahun ini pun juga memiliki maskot yang desain dan namanya telah melalui seleksi ketat oleh panitia lokal dan komite yang sangat terpercaya di Brazil. Piala Dunia 2014 kali ini juga mengambil tokoh binatang sebagai maskotnya yaitu suatu desain yang berupa seekor yang diberi nama “Fuleco”. 

Berikut ini adalah fakta-fakta unik seputar terpilihnya “Fuleco” sebagai maskot Piala Dunia 2014 : 


1. Hewan Armadillo dipilih sebagai ide maskot Piala Dunia 2014 karena saat ini status hewan sebangsa trenggiling dan memiliki nama ilmiah Tolypeutes tricinctus adalah terancam punah. Hewan endemik Brasil ini sekarang hanya terdapat di bagian timur laut Brasil yang memiliki iklim kering. 

Populasi hewan ini terancam punah karena habitatnya yang sedikit demi sedikit mengalami kerusakan. 


2. Nama “Fuleco” yang diberikan untuk maskot Piala Dunia 2014 ini merupakan akronim dari kata Futebol dan Ecologia. Futebol merupakan bahasa Portugis yang menjadi bahasa kebangsaan Brazil yang berarti sepak bola, sedangkan Ecologia diambil dari kata ekologi yang memiliki arti yaitu lingkungan. 

Dua kata tersebut dipilih sebagai cara untuk mensosialisasikan ajakan kepada semua orang agar menjaga keseimbangan lingkungan dunia agar habitat dan populasi hewan-hewan langka seperti Armadillo dapat terjaga dan tidak mengalami kepunahan. 

Ajang Piala Dunia dirasa sebagai even yang sangat tepat digunakan untuk sosialisasi mengingat sepak bola merupakan salah satu jenis cabang olahraga yang banyak digemari oleh orang di seluruh dunia.


3. Desain “Fuleco” telah menyisihkan 47 desain maskot lainnya dalam seleksi pemilihan maskot Piala Dunia 2014. Maskot yang digambarkan dengan seekor trenggiling yang berwarna kuning, bermata hijau dan punggung berwarna biru ini mewakili ketiga warna yang ada di bendera negara Brazil. 

Desain “Fuleco” yang memakai kaos putih bertuliskan Brasil 2014 dan memegang bola di tangannya terkesan unik, lucu dan menarik. 


4. Nama “Fuleco” merupakan salah satu nama yang terpilih dari dua kandidat nama lainnya untuk maskot Piala Dunia 2014 yaitu Amijubi dan Zuzeco. Fuleco terpilih karena berhasil mengumpulkan 48% suara dalam polling online yang melibatkan sekitar 1,7 juta orang. 

Sedangkan Amijubi mendapat 17% suara dan Zuzeco mendapat 31% suara.


5. Dalam proses seleksi pemilihan nama maskot Piala Dunia 2014, ketiga nama yang diajukan yaitu Fuleco, Amijubi dan Zuzeco sempat mendapatkan penolakan dari warga Brasil karena dinilai ketiga nama tersebut kurang representatif bagi ajang sepakbola terbesar di dunia. 

Namun panitia tetap tidak merevisi ketiga nama tersebut karena selain membutuhkan dana yang besar, ketiga kandidat nama tersebut sudah memenuhi persyaratan hukum. 
Itulah beberapa fakta unik dan menarik sekitar pemilihan dan penetapan “Fuleco” sebagai maskot Piala Dunia 2014. Berbagai macam pernak-pernik seperti kaos bergambar “Fuleco”, boneka “Fuleco”, gantungan kunci “Fuleco”, dll telah banyak diproduksi di berbagai negara di dunia.


Baca Selengkapnya ....

10 Liga Champions Terbaik Eropa [INFO LENGKAP]

Posted by Anonymous Sunday, May 25, 2014 0 comments

Liga Champions / UEFA Champions League merupakan kompetisi paling bergengsi di Benua Eropa. banyak memori indah sekaligus kelam mulai dari babak penyisihan grup, 16 besar, perempat final, semifinal, hingga final. Kali ini TS akan membahas partai final Liga Champions terbaik dari musim 2000-01 hingga 2012-13 secara subjektif.

Berikut 10 pertandingan final Liga Champions terbaik di abad 21.

10. 2002-03: Juventus 0-0 Milan, The Amazing Dida


Final Liga Champions untuk pertama kalinya mempertemukan dua tim dari Italia, jawara Serie A musim 2002-03 Juventus melawan AC Milan.

Pertandingan yang berlangsung sangat ketat ini berlanjut hingga babak perpanjangan waktu, namun tak cukup menciptakan kemenangan untuk salah satu tim. Maka pertandingan dilanjutkan hingga adu penalti.

Andrea Pirlo dan Antonio Conte masing-masing membentur mistar gawang Milan dan Juventus. Dida dan Buffon sama-sama berhasil menepis tendangan lawan beberapa kali. Andriy Shevchenko menjadi eksekutor penentu dan berhasil membawa Milan menjuarai Liga Champions keenam mereka.

2. 2003-04: Porto 3-0 Monaco, Pembuktian The Special One


Porto mencapai final setelah sebelumnya mengalahkan Manchester United di babak 16 besar. Monaco yang berhasil menyingkirkan Real Madrid dan Chelsea di babak sebelumnya, tak bisa menahan skuad asuhan Jose Mourinho.

Skor akhir 3-0 untuk kemenangan Porto. Hasil ini membuat Porto berhasil meraih double winner setelah sebelumnya memenangkan kompetisi liga domestik.

8. 2009-10: Inter 2-0 Bayern Munich, Milito Dua Gol


Milito menjadi bintang kemenangan La Beneamata dengan mencetak dua gol masing-masing menit ke-35 dan 70.

Gelar ini memastikan Inter meraih treble winners musim ini, setelah sebelumnya menjuarai Seri A dan Coppa Italia

Gelar ini juga merupakan trofi pertama di kejuaraan kasta tertinggi antarklub Eropa sejak terakhir kali meraihnya di musim 1964/65.

7. 2010-11: Barcelona 3-1 Manchester United, Tiki Taka vs Kick n' Rush


Pertemuan kedua tim dua musim sebelumnya tak menunjukkan perubahan signifikan. United yang masih memainkan bola-bola panjang harus menyerah kepada Barcelona yang memainkan strategi tiki-taka racikan Pep Guardiola.

Kedua tim bertemu sebagai juara di liga domestik masing-masing.

Sepakan jarak dekat Pedro tak mampu dibendung Van der Sar. Namun, Wayne Rooney dapat menyamakan kedudukan 7 menit kemudian.

Barcelona semakin beringas, alhasil Lionel Messi dan David Villa berhasil menyumbang masing-masing satu gol. Ini adalah trofi keempat Blaugrana.

2012-13: 6. Borussia Dortmund 1-2 Bayern Munich, Penantian Panjang Bayern


Bayern Munich dan Borussia Dortmund adalah finalis Liga Champions 2012-13 yang layak karena penampilan impresif mereka di kompetisi tersebut.

Skuad Jurgen Klopp menjadi underdog karena dapat merepotkan barisan pertahanan lawan sepanjang babak pertama.

Muenchen sendiri baru mengambil inisiatif serangan pada babak kedua dan aksi mereka langsung membuahkan hasil di menit ke-59 lewat tendangan yang dilesakkan oleh Mario Mandzukic setelah memanfaatkan umpan Arjen Robben dari sisi kiri pertahanan Dortmund.

Dortmund sempat membalas ketertinggalan lewat hadiah tendangan penalti yang dilesakkan oleh Ilkay Gundogan pada menit ke-66. Tendangan penalti diberikan oleh wasit Nicola Rizzoli setelah melihat terjadinya pelanggaran yang dilakukan oleh Bonfim Dante terhadap Marco Reus.

Gol kemenangan Muenchen akhirnya tercipta lewat aksi Arjen Robben dua menit sebelum pertandingan berakhir.

Robben mampu memanfaatkan kemelut di wilayah pertahanan Dortmund dan melepaskan tendangan yang gagal diantispasi penjaga gawang Roman Weidenfeller.

5. 2007-08: Manchester United 1-1 Chelsea, Tangisan Ronaldo


Manchester United dan Chelsea bertarung pada bulan Mei 2008 di Stadion Luzhniki Moskow, sebagai dua klub Inggris pertama final Piala Eropa untuk pertama kalinya dalam sejarah.
Cristiano Ronaldo memimpin Red Devils pada menit ke- 26, dan Petr Cech terus sibuk untuk menghentikan gempuran United. Sisi Sir Alex Ferguson bungkam, Frank Lampard menyamakan kedudukan hanya beberapa detik sebelum babak pertama usai.

Hasil imbang membuat kedua tim melanjutkan ke babak adu penalti.

Setelah mencetak gol di waktu normal, Ronaldo adalah satu-satunya pemain United yang gagal mengeksekusi penalti, tapi John Terry yang terpeleset dikombinasikan dengan Van der Sar yang menggagalkan eksekusi Nicolas Anelka membuat tangisan Ronaldo berubah menjadi tangis kebahagiaan.

4. 2011-12: Bayern Munich 1-1 Chelsea, Drogba's Time!


Meskipun mengalami krisis kepelatihan usai dipecatnya Andre Villas-Boas, Chelsea yang saat itu ditukangi oleh caretaker Roberto Di Matteo berhasil memenangkan Liga Champions.

The Blues mempermalukan Bayern Munich di kandang mereka sendir, pada musim ini muncul lah istilah strategi "parkir bus" yang kelak disempurnakan oleh Jose Mourinho.

Thomas Mueller membuat suporter tuan rumah girang menjelang akhir pertandingan, skor 1-0 tampaknya membuat harapan Chelsea pupus.

Namun, Didier Drogba hanya butuh lima menit untuk merespon, dan klub London Barat memaksa hingga perpanjangan waktu, di mana Cech berhasil mementahkan eksekusi penalti Arjen Robben di menit 95.

Chelsea entah bagaimana berhasil keluar dari tekanan, dan Drogba berhasil membuat sejarah baru bagi The Blues melalui eksekusi penalti yang tak dapat dibendung oleh Manuel Neuer.

3. 2005-06: Barcelona 2-1 Arsenal, Lehmann Gigit Jari


Barcelona memulai periode sukses di Liga Champions pada tahun 2006, kala itu Lionel Messi belum menghiasi starting lineup maupun bangku cadangan.

Petaka bagi The Gunners terjadi di menit 18 saat kiper Jens Lehmann diusir wasit keluar lapangan setelah menjegal Samuel Eto'o di area pertahanannya.

Sembilan belas menit kemudian, Sol Campbell memberikan kejutan di Stade de France, dengan membuat gol dari hasil tendangan pojok.

Namun, jumlah pemain yang tidak berimbang membuat Thierry Henry dkk kelelahan. Eto'o dan Juliano Belletti mencetak gol di menit 76 dan 81, menempatkan raksasa Catalan unggul 2 - 1.

Dengan hanya 10 orang, Arsenal tidak bisa kembali memimpin meskipun berusaha keras, dan Barcelona berhasil membawa pulang trofi Liga Champions kedua mereka.

2. 2001-02: Bayer Leverkusen 1-2 Real Madrid, Voli Zidane!


Sampai hari ini, musim 2001-02 adalah satu-satunya penampilan Bayer Leverkusen di final Piala Eropa. Perjuangan mereka sampai laga final patut diacungi jempol.

Raul mencetak gol pertama pertandingan hanya delapan menit setelah kick-off, Lucio membalas lima menit kemudian.

Zinedine Zidane menjadi pahlawan Madrid setelah mencetak gol fantastis, bahkan boleh dibilang gol terbaik di final Liga Champions, melalui voli hasil operan Roberto Carlos.

1. 2004-05: Liverpool 3-3 Milan, Greatest Comeback!


Milan memupus harapan Liverpool lewat gol yang dicetak Paolo Maldini dan dua gol Hernan Crespo untuk menempatkan skuad Carlo Ancelotti unggul di babak pertama.

Namun, Rafa Benitez tidak menyerah begitu saja dan tetap memberi semangat kepada anak asuhnya. Keajaiban pun terjadi. Liverpool dapat menyamakan kedudukan hanya dalam waktu 6 menit. Ya, menit 54, 56, dan 60 adalah mimpi buruk bagi Maldini dkk.

Pertandingan dilanjutkan hingga babak adu penalti

Jerzy Dudek menjadi pahlawan The Reds usai menepis tendangan penalti terakhir yang dieksekusi oleh Andriy Shevchenko.

2013-14: Real Madrid 4-1 Atletico Madrid, Injury Time Berujung Tragis!


Gol Diego Godin di menit ke-36 sempat membuat Atletico berada di atas angin. Namun mereka bukan tanpa masalah, striker andalan mereka Diego Costa hanya bermain selama 9 menit dan harus ditarik karena cederanya kambuh.

Skuad Diego Simeone yang diterpa badai cedera menjelang pertandingan usai, diserang habis-habisan hingga detik-detik akhir pertandingan.

Petaka bagi Atletico Madrid tiba di penghujung laga. Bukan lewat aksi Ronaldo ataupun Gareth Bale. Ya, dia adalah Sergio Ramos, defender berusia 28 tahun tersebut menjadi aktor penyelamat muka Madridista di seluruh penjuru dunia.

Pertandingan dilanjutkan hingga babak perpanjangan waktu.

Atletico yang sudah kehabisan amunisi, tak lagi mampu bermain bertahan dengan disiplin. Hasilnya 3 gol bersarang ke gawang Thibaut Courtois hanya dalam tempo 10 menit melalui sundulan Gareth Bale, akselerasi Marcelo, dan eksekusi penalti Cristiano Ronaldo.

Hasil ini membuat Real Madrid sebagai penguasa Eropa sebanyak 10 kali sepanjang sejarah, atau yang biasa disebut La Décima.

Baca Selengkapnya ....

9 Manfaat Futsal Yang Perlu Anda Ketahui [INFO]

Posted by Anonymous Thursday, May 22, 2014 0 comments

Futsal Merupakan salah satu jenis olahraga yang serupa dengan sepak bola dengan skala yang lebih kecil. Tapi, juga memiliki peranan penting dalam mengembangkan bakat pemain sepak bola. Entah itu soal kelincahan, kecepatan dan intuisi, semua bakat ini dapat terlihat dan berkembang secara baik berkat permainan futsal. Hanya saja, di banding sepakbola, futsal memiliki peraturan lebih ketat. Di sini kecekatan teknik dan kemampuan bermain sangat diperlukan, tanpa takut cedera. Lalu, di mana letak keajaiban lainnya?

1. Kecerdasan


Futsal adalah olahraga yang mengalir begitu saja tanpa persiapan khusus. Dibutuhkan improvisasi untuk menghadapi situasi pertandingan yang berubah-ubah. Sehingga cukup ideal untuk mengembangkan kecerdasan. Para pemain di tuntut siap menghadapi segala serangan sehingga ketelitian, ketangkasan, kecepatan terutama kecerdasan sangat dibutuhkan.

2. Ketajaman Skill


Futsal lebih mementingkan skill dibanding kekuatan fisik. Ukuran bola lebih kecil dan ringan merupakan alat yang baik untuk mengembangkan teknik individu. Hal itu berperan dalam peningkatan kelincahan plus kecepatan kaki. Perubahan gerak tubuh serta penguasaan bola saat menerima dan mengoper sangat bermanfaat buat pemain saat bertanding di luar lapangan futsal.

3. Ketangkasan Taktik dan Teknik


Karena ruang gerak futsal sangat sempit, perputaran bola akan terasa semakin cepat diantara kaki para pemain. Hal ini mampu mengembangkan permainan secara cepat, baik individu maupun tim. Ini memancing supaya para pemain mampu memutuskan taktik dan teknik dengan cepat.

4. Total football 


Keterbatasan jumlah pemain membuat semua pemain harus memiliki kemampuan bertahan dan menyerang. Nggak ada pembagian posisi dalam futsal. Dengan begitu, seluruh pemain harus bekerja sama dengan baik. Kesampingkan ego dalam hal ingin mencetak gol terbanyak. Tapi usahakanlah gol terbentuk dari sikap solid dari semua pemain futsal.

5. Hiburan


Kecepatan sangat dibutuhkan di sini. Pemain harus aktif bergerak dan nggak boleh berdiam menunggu bola. Kecilnya lapangan memungkinkan banyaknya gol yang dicetak oleh beberapa pemain. Hal ini yang menghadirkan unsur hiburan. Weekend adalah saat yang untuk menyempatkan waktu untuk bermain futsal. Selain untuk mengisi waktu libur juga bisa menenangkan pikiranmu sejenak dari pekerjaan yang padat.

6. Meningkatkan Energi 


Latihan futsal dapat meningkatkan detak jantung, sehingga memengaruhi aliran darah dan oksigen dalam tubuh. Dengan meningkatnya peredaran darah dan oksigen dalam tubuh maka tingkat energimu akan meningkat secara signifikan

7. Melatih Pernapasan


Energi yang terkuras dari latihan futsal akan melatih kekuatan napasmu. Buat Kamu yang belum terbiasa bermain futsal akan merasa napas terengah-engah. Ini dikarenakan kurangnyawaktu untuk berolah raga. Tapi jangan khawatir, lama kelamaan semakin sering kamu berlatih futsal, juga akan terbiasa.

8. Menurunkan Berat Badan


Memang kedengarannya cukup asing kalau olahraga futsal dapat menurunkan berat badan. Ternyata latihan futsal dengan intensitas waktu sering, akan membantumu menurunkan berat badan. Hal ini disebabkan karena aktivitas olahraga futsal membantu mengeluarkan banyak keringat. Yang akhirnya dapat membantu membakar kalori pada tubuhmu.

9. Kebersamaan 


Yah ,Futsal bakal menjadi menarik karena diperlukan kecerdasan, keahlian tehnik, total football, kecepatan
dan hiburan (bila gol banyak), namun juga menjadi sarana untuk meningkatkan kesehatan kebersamaan dan kekeluargaan antar Pelajar , Mahasiswa , Teman Kerja Dll.


Baca Selengkapnya ....

Fakta Seputar Double Pada Manchester United Di Era EPL

Posted by Anonymous Sunday, May 4, 2014 0 comments

Istilah double pada sepak bola di Inggris mengacu pada keberhasilan sebuah tim mengalahkan lawannya dua kali (kandang dan tandang) dalam satu musim kompetisi. Kekalahan 0-2 Manchester United di kandang Everton pada tanggal 20 April 2014 menjadikan Everton untuk pertama kalinya melakukan double terhadap MU di era English Premier League (EPL), atau pertama kalinya sejak tahun 1969 di kompetisi Liga Inggris. Uniknya, pelatih MU saat ini yaitu David Moyes, sebelumnya adalah pelatih Everton sejak tahun 2002 s.d. 2013. Dan setelah kekalahan dari mantan klubnya itu, Moyes resmi dipecat oleh MU.

Berikut ini akan ane beberkan beberapa fakta seputar double yang terjadi terhadap tim paling sukses di era EPL, yaitu Manchester United. Check it out!

Fakta #1 - 16 kali, 12 musim, 7 tim


Selama 22 musim EPL sejak 1992/93 s.d. 2013/14, Manchester United telah mengalami 16 kekalahan double pada 12 musim EPL oleh 7 tim yang berbeda.

Berikut ini ane sajikan tabel lengkap untuk setiap musim EPL dimana terjadi double terhadap MU:

Ket: angka dalam kurung pada kolom Tim yang Nge-Double menunjukkan peringkat akhir di klasemen tim bersangkutan.

Fakta #2 - Liverpool, yang paling sering


Liverpool menjadi tim yang paling sering melakukan double terhadap Manchester United yaitu sebanyak 4 musim pada 2000/01, 2001/02, 2008/09, dan 2013/14.

Fakta #3 - Arsenal, Chelsea, Manchester City


Ada 3 tim yang pernah melakukan double terhadap Manchester United masing-masing sebanyak 3 musim yaitu:
- Arsenal (1997/98, 2001/02, dan 2006/07),
- Chelsea (1993/94, 2004/05, dan 2009/10), serta
- Manchester City (2007/08, 2011/12, dan 2013/14).

Fakta #4 - Blackburn Rovers, Everton, West Ham United


Selebihnya, 3 tim lain pernah melakukan double terhadap Manchester United masing-masing 1 musim yaitu:
- Blackburn Rovers (2005/06),
- Everton (2013/14), dan
- West Ham United (2006/07).

Fakta #5 - Liverpool, back to back


Liverpool menjadi satu-satunya tim yang melakukan double secara back to back terhadap Manchester United yaitu berturut-turut pada musim 2000/01 dan 2001/02.

Fakta #6 - 3 double semusim


Musim 2013/14, selain menjadi musim terburuk bagi Manchester United sepanjang sejarah EPL, juga menghadirkan kekalahan double terbanyak, dimana ada 3 tim yang berhasil melakukan double terhadap Man Utd yaitu Everton, Liverpool, dan Manchester City.

Pada musim-musim sebelumnya, paling banyak hanya 2 tim yang bisa melakukan double terhadap MU yaitu musim 2001/02 (Arsenal & Liverpool) serta musim 2006/07 (Arsenal dan West Ham United)

Fakta #7 - Membantu West Ham United?


Keberhasilan West Ham United melakukan double terhadap Manchester United pada musim 2006/07 tidak lepas dari fakta bahwa MU telah memastikan juara sebelum menghadapi West Ham pada pertandingan terakhir musim tersebut. Kekalahan MU akhirnya menuai protes dari kubu Sheffield United, yang menuduh MU tidak serius menghadapi West Ham, yang mengakibatkan Sheffield Utd pada akhirnya terdegradasi. MU membalikkan tuduhan tersebut bahwa seandainya Sheffield United lebih serius menghadapi Wigan Athletic pada pertandingan terakhirnya dan tidak kalah, maka mereka tidak akan terdegradasi. Intinya, tidak mungkin klub sebesar Man Utd bermain asal-asalan atau sengaja mengalah hanya untuk membantu tim lain. Jika kalah, ya berarti saat itu performa MU memang sedang tidak lebih bagus dari lawannya.

Fakta #8 - Chelsea: Juara tak harus men-double MU


Dari 12 musim dimana menderita kekalahan double, Manchester United berhasil menjadi juara pada 5 musim, dan gagal juara pada 7 musim, termasuk musim 2013/14. Dari 7 musim tersebut, tim yang melakukan double terhadap MU berhasil menjadi juara pada 5 musim, belum termasuk musim 2013/14. Satu-satunya musim dimana MU ataupun tim yang melakukan double terhadap MU gagal menjadi juara adalah pada musim 2005/06, dimana Blackburn Rovers mengalahkan MU kandang & tandang, sedangkan juaranya adalah Chelsea.

Fakta #9 - 8 juara vs 2 gagal


Dari 10 musim dimana tidak ada satupun tim yang berhasil melakukan double terhadap Manchester United, MU berhasil menjadi juara sebanyak 8 musim, dan hanya gagal pada 2 musim saja.

Fakta #10 - Berturut-turut 6 dan 3


Manchester United mengalami kekalahan double secara berturut-turut paling banyak selama 6 musim, yaitu sejak 2004/05 s.d. 2009/10. Sementara itu, MU mampu menghindari kekalahan double secara berturut-turut hanya selama 3 musim saja, yaitu sejak 1994/95 s.d. 1996/97.


Baca Selengkapnya ....

Misteri Di Balik Nomor Punggung Pemain Sepak Bola (INFO & NEWS)

Posted by Anonymous Wednesday, April 30, 2014 0 comments

Bagi pemain-pemain tertentu, nomor punggung dalam sebuah jersey sepakbola dianggap sebagai suatu keharusan dan sakral.
Terdapat makna dan fakta unik di balik nomor punggung yang selama ini banyak digunakan dalam dunia sepakbola.
Mulai dari simbol pemimpin di dalam lapangan hijau, hingga nomor-nomor yang memiliki cerita berbau mistis dan takhyul yang diyakini akan memberikan keberuntungan bagi si pemakai.
Berikut ini akan kami sajikan makna-makna dan fakta menarik di balik nomor-nomor punggung tersebut. Check this out

1. Nomor Punggung 1 [Satu]: Si Pemikul Tekanan
Contoh pemakai: Gianluigi Buffon [Juventus/Italia]

Gianluigi Buffon: 


Nomor punggung ini banyak digunakan oleh pemain yang berposisi sebagai penjaga gawang utama di sebuah klub sepakbola. Nomor ini diyakini sering menimbulkan tekanan dikarenakan si pemakai dianggap sebagai orang terakhir sekaligus yang paling dipercaya untuk menggagalkan serangan tim lawan.

2. Nomor Punggung 4 [Empat]: Sang Pemimpin
Contoh pemakai: Fernando Hierro [Mantan Kapten Real Madrid/Spanyol]

Fernando Hierro: 


Sebagian besar pemain yang menggunakan nomor punggung 4 [empat] adalah mereka yang dianggap sebagai pemimpin di dalam lapangan. Si pemakai nomor 4 juga kerap berfungsi sebagai wakil pelatih yang bertugas mengkoordinir dan menerjemahkan strategi sang pelatih ketika bertanding.

3. Nomor Punggung 7 [Tujuh]: Si Pemenuh Ekspektasi
Contoh pemakai: Cristiano Ronaldo [Real Madrid/Portugal]

Cristiano Ronaldo: 


Nomor punggung 7 [tujuh] selalu dikaitkan sebagai pemain jempolan yang selalu bersinar di setiap saat. Si pemakai nomor 7 kerap dijadikan sebagai pemenuh ekspektasi tinggi petinggi dan fans sebuah klub sepakbola.
Manchester United adalah salah satu tim yang dikenal memiliki pemain keramat bernomor 7 seperti Eric Cantona, David Beckham, dan Cristiano Ronaldo.

4. Nomor Punggung 8 [Delapan]: Penyeimbang Tim
Contoh pemakai: Antonio Conte [Pelatih Juventus/Italia], Claudio Marchisio [Juventus/Italia], Frank Lampard [Chelsea], Steven Gerrard [Liverpool/Inggris]

Steven Gerrard: 


Angka 8 [delapan] dalam jersey sepakbola selalu identik dengan pemain tengah yang berfungsi sebagai penyeimbang antara lini belakang dan lini depan sebuah tim sepakbola.

Selain itu nomor 8 ini juga dikenang sebagai nomor punggung milik salah satu legenda klub.

5. Nomor Punggung 9 [Sembilan]: 'Predator' Haus Gol dan Sang Idola
Contoh pemakai: Alan Shearer [Mantan Pemain Newcastle United/Inggris], Filippo Inzaghi [Mantan Pemain AC Milan/Italia], Radamel Falcao [Atletico Madrid/Kolombia], Ronaldo Luis Nazario Da Lima [Legenda Brasil]

Radamel Falcao: 


Nomor 9 [sembilan] kerap diberikan kepada seorang striker murni yang memiliki insting mematikan dan haus gol jika berada di kotak penalti lawan. Disamping itu, nomor ini juga diidentikkan dengan pemain idola para fans klub sepakbola di seluruh penjuru dunia.

6. Nomor Punggung 10 [Sepuluh]: Si Tokoh Utama yang Paling Ditakuti

Alessandro Del Piero: 


10 [sepuluh] dianggap sebagai nomor yang paling keramat dalam sepakbola. Nomor ini biasanya dikenakan oleh si tokoh utama sebuah klub sepakbola. Tak terhitung banyaknya nama-nama besar yang pernah mengenakan nomor keramat ini, sebut saja Lionel Messi di jaman sepakbola modern saat ini.

Di tanah Italia, nomor 10 kerap dianggap sebagai 'la Bandiera' atau simbol utama sebuah klub. Sebut saja Francesco Totti atau Alessandro Del Piero ketika masih berseragam Juventus, atau bahkan Roberto Baggio yang pernah mengenakan nomor keramat ini untuk 3 tim besar Serie A Italia [AC Milan, Inter Milan, dan Juventus].

7. Nomor Punggung 11 [Sebelas]: Yang Diharapkan
Contoh pemakai: Oscar [Chelsea/Brasil], Ryan Giggs [Manchester United/Wales]

Oscar: 


Nomor punggung 11 [sebelas] ini biasanya dipakai oleh pemain yang diharapkan mampu menjadi bintang besar seiring berjalannya waktu. Namun terkadang nomor ini juga diberikan kepada seorang winger atau 'sang super-sub'.

8. Nomor Punggung 18 [Delapan Belas]: Alternatif si Nomor 9

Ivan Zamorano: 


Nomor 18 identik dengan nomor punggung dari striker pelapis tim inti atau nomor alternatif bagi striker murni yang tidak bisa memakai nomor punggung 9 dikarenakan sudah ada yang lebih dulu memakainya di skuad reguler sebuah tim sepakbola.

Ada kisah menarik dari Ivan Zamorano dan Gabriel Batistuta perihal nomor 18 ini.

Zamorano, yang waktu itu membela Inter Milan, harus 'terpaksa' merelakan nomor punggung 9-nya kepada sang idola baru publik Giuseppe Meazza yakni Ronaldo Da Lima. Ia, Zamorano, akhirnya memilih mengenakan jersey bernomor punggung 18 dengan menambahkan simbol '+' [plus] di antara angka 1 dan 9, yang mempunyai makna 1 + 8 = 9.

Lain halnya dengan Batistuta yang harus bertengkar karena menginginkan nomor punggung 9 ketika ia bergabung dengan AS Roma, yang waktu itu sudah melekat di diri Vincenzo Montella. Bahkan Il Capitano Roma, Totti, menawarkan nomornya yaiut 10 untuk meredakan perselisihan tersebut namun kedua pemain menolaknya. Akhirnya Batistuta dengan bijaksana memilih untuk mengenakan nomor punggung 18.

9. Nomor Punggung 23 [Dua Puluh Tiga]: Beckham, dan Bend it Like Michael Jordan

David Beckham: 


Nomor 23 [dua puluh tiga] ini menjadi populer ketika sang megastar asal Inggris, David Beckham, memakainya ketika pindah ke Real Madrid. Becks menyadari bahwa ia tidak mungkin mengenakan nomor 7 keberuntungannya karena nomor tersebut telah identik dengan 'Sang Pangeran Madrid', Raul Gonzalez.

Alasan lain Beckham memilih nomor punggung 23 adalah rasa kagumnya terhadap legenda NBA Michael Jordan yang memang identik dengan nomor tersebut. Hingga kini pun Beckham akhirnya lebih memilih nomor punggung 23 di balik jersey bola yang ia kenakan.

10.Nomor Punggung 99 [Sembilan Puluh Sembilan]: Penuh dengan Takhyul
Contoh pemakai: Antonio Cassano [Inter Milan/Italia]

Antonio Cassano: 


Pemilihan nomor 99 [sembilan puluh sembilan] baru melambung di era sepakbola modern seperti sekarang ini. Mereka yang memakai nomor 99 mempunyai alasan dan takhyul yang mereka percayai akan membawa keberuntungan.

Hal ini juga berlaku untuk nomor-nomor besar di atas angka 30 seperti 32, 33, 44, 45, 55, 66, 69, 77, 78, 88, atau 89.

Namun tidak semua orang beranggapan seperti itu. Mick Quinn, mantan pemain Newcastle United, menganggap hal ini adalah sebuah kekonyolan dan penghinaan terhadap sepakbola.

"Saya melihat ada anak yang memakai nomor 62 atau 99, itu seperti meledek dan menghina permainan ini," ucap Quinn.

Baca Selengkapnya ....
Template by Refsky Fitriono | Copyright of Blog'e Wong Maos.